oleh

Rabat Beton Desa Ammasangang Pinrang, Ada Kesalahan Analisa Hingga Labrak Permen PUPR

-Berita-206 views

PINRANG – Kasus dugaan korupsi Kepala Desa Ammasangang yang dipolisikan diketahui sudah masuk tahap pemeriksaan Inspektorat Pinrang.

Kasus yang dipersoalkan itu, pekerjaan Rabat Beton Lanjutan Menuju Lapangan, Dusun Labalakang Desa Ammasangang Kecamatan Lanrisang kabupaten Pinrang yang menelan anggaran Rp159.022.900 juta yang bersumber dari Alokasi Dana Desa tahun anggaran 2020.

Rupanya, tidak hanya tahun anggaran 2020 Rabat Beton di Desa Ammasangang itu bermasalah. Hasil pantauan Infomakassar.net, Jumat, (23/4/21) pagi, di Dusun Bontopucu Desa Ammasangang juga terpantau rusak.

Rabat Beton Jalan Menuju Lapangan dengan panjang 436 meter yang menelan anggaran sebanyak Rp317 juta, terpantau timbul kerikil tajam berhamburan di tengah badan jalan.

Menurut warga masyarakat yang berhasil ditemui Infomakassar.net di sekitar lokasi ini, “kalau lalu lalang motor di sini pak dua kemungkinan, kalau tidak kempes, robek ban motornya, coba lihat itu kerikil, tajam tajam,” tutur warga di lokasi.

Mendengar hal itu, Kepala Bidang Humas Media Center LSM Pemuda Anti Korupsi (Paku) Natsir menyampaikan bahwa Desa Ammasangang diperlukan pembinaan oleh pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).

“Itu Desa Ammasangang perluh dilakuakan pembinaan oleh PMD, jangan hanya melihat saja, tapi tegur juga jika terjadi hal hal seperti ini di lapangan. Dua Rabat Beton tahun anggaran 2019 dan 2020 tidak ada yang beres, coba bekerja dengan ihklas tanpa pambri pasti kwalitasnya itu pekerjaan bagus,” kata Natsir.

Selain itu, Bung Topang salah satu Penggiat Anti Korupsi di Makassar menyebutkan jika pekerjaan tersebut dipastikan ada kesalahan analisa.

“Itu sudah pasti ada kesalahan analisa untuk pekerjaan Rabat itu sudah tidak digunakan berdasarkan Permen PUPR nomor 28 tahun 2016,” tukasnya, Jumat, (23/4/21) siang, sambil melihat gambar pekerjaan.

Hingga berita ini diturunkan Kades Ammasangang enggan berkomentar. Redaksi menunggu klarifikasi.

Komentar

News Feed