oleh

Dugaan Jual Beli Alsintan, Kabid Prasarana Dinas Pertanian Pinrang Dicurigai ‘Sambung Tangan’?

-Berita-337 views

PINRANG – Kasus dugaan jual beli alat mesin pertanian (alsintan) Dinas Pertanian Pinrang yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) sudah tahap pemeriksaan pihak Dinas Pertanian.

Sebelumnya itu, Kejari Pinrang sudah memeriksa kurang lebih 30 Kelompok Tani (Poktan) yang dicurigai bermasalah, beberapa waktu lalu.

Kasi Intelejen Kejari Pinrang, Tomi Aprianto saat dihubungi melalui pesan whatsapp menyampaikan, untuk sementara pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Pinrang.

“Kadis belum dilakukan pemeriksaan, hanya Kabid (Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian),” kata Tomi, Senin, (19/4/21) sore.

Selain itu, salah satu Penggiat Anti Korupsi, Putra menyampaikan mengapresiasi setinggi tingginya Kejari atas upaya pemberantasan tindak pidana korupsi di Pinrang.

Menurut Putra, Kepala Bidang (Kabid) Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Pinrang merupakan sambung tangan. Pasalnya kata dia, Kabid Prasarana dan Sarana itu mengetahui jumlah alsintan baik masuk maupun keluar, dan baik administrasi maupun lisan.

“Kabid Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian itu mengetahui masuk dan keluar alsintan, bukan cuman itu, dia juga yang mengetahui administrasi dan lisan terkait pengadaan seperti alsintan, dalam artian sambung tangan atau ada istilah lainnya itu perpanjangan tangan,” tutur Putra, Senin, (19/4/21).

Baca juga: Bantuan Alsintan RMS di Pinrang Disebut Diperjual Belikan, Harga Hingga Ratusan Juta?

Baca juga: Terkait Dugaan ‘Jual Beli’ Alsintan RMS di Pinrang, Oknum Bermain Lewat Proposal?

Baca juga: Pembangunan Kantor Desa Padaelo Pinrang Gunakan Anggaran Dana Desa Disebut Menyalahi Aturan

Baca juga: Apa Kabar Kasus Dugaan Korupsi Kepala Desa di Polres Pinrang?

Baca juga: LSM Paku Terus Kawal Kasus Dugaan Korupsi Desa Salipolo Pinrang Sampai Ada Tersangka

Baca juga: Proyek Gedung Sport Center ABS Desa Bungi Pinrang ‘Buang’ Anggaran Dana Desa 310 Juta Dinilai Pemborosan

Sebelumnya, Kepala Bidang Investigasi dan Monitoring LSM Paku, Sulaiman, menyampaikan bahwa bantuan alsintan Dinas Pertanian Pinrang disinyalir diperjual belikan keluar daerah di Sulsel.

“Berdasarkan hasil investigasi dan penyerapan informasi bahwa bantuan alsintan dari Pinrang kami temukan beredar di kabupaten lain, seperti, kabupaten Sidrap, Takalar, Enrekang dan Wajo,” ucapnya, (2/3/21).

Mengetahui hal itu, Kabid Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Pinrang, Eni sapaan akrabnya ini membantah tudingan itu.

“Kami dari Dinas sudah melakukan pendistribusian alsintan  sesuai dengan aturan. Dugaan jual beli alsintan, Kabid prasarana Dinas Pertanian Pinrang dicurigai sambung tangan, ini fitnah,” bantah Eni.

Ditanya Soal Adanya Pungutan Rp300 ribu Setiap Kelompok Tani Saat Penandatanganan Terima Barang Alsintan?

Eni Kabid Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Pinrang enggan berkomentar.

Menanggapi hal itu, Kadis Pertanian Pinrang mengatakan “yang ada cuma biaya materai 7 lembar,” kutip pesan singkat Kadis Pertanian Pinrang, Senin, (19/4/21) malam.

Sedangkan, salah satu Poktan yang dihubungi Infomakassar.net, Senin (19/4/21) malam, mengungkapkan jika ada kebiasaan Poktan menyetor dana 300 ribu diduga ke salah satu Staf di Bagian Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Pinrang.

“Semua kelompok tani disuruh stor uang 300 ribu ke staf kalau sudah tandatanganan terima barang (Alsintan) di Prasarana Dinas Pertanian, lumayan bisa dikalikan misalnya, 100 poktan yang dapat terus berapa kali penyaluran dalam setahun, alasannya itu untuk uang materai, padahal para poktan juga masing masing bawa materai,” ungkap Usman (nama disamarkan).

Dok: Ilustrasi dugaan korupsi dan pungli/int

Komentar

News Feed