oleh

Kepala Distrik Karas, Sulaiman Temongmere Menyatakan Bencana Abtrasi Pantai Ini Muncul Dibulan Februari

-Berita-131 views

FAKFAK – Gelombang laut dengan ketinggian 5 meter yang berbahaya ini mengancam dan menghantam warga yang tinggal dipesisir pantai, hingga mengakibatkan taluk penahan gelombang patah bahkan roboh dinding rumah warga disekitar pantai.

Warga yang tinggal disekitar pantai mengalami kerusakan berat serta beberapa fasilitas umum masyarakat seperti lainya terbawah arus gelombang laut dan hingga saat ini belum diketahui.

Dikatakan, sehubungan dengan bencana abrasi tersebut, Kepala Distrik Karas, Sulaiman Temongmere menyatakan (15/2/2021) lalu Bencana Abtrasi Pantai ini muncul dibulan Februari setiap tahun, dan aktivitas Agin, Gelombang pasang yang sangat tinggi dan aktif.

“Bencana Alam, Abrasi atau Pengikisan Pantai ini terjadi di Kampung Malakuli Distrik Karas Kabupaten Fakfak Papua Barat pada hari jumat (5/2/2021) sekitar jam 18.00 WIT s/d jam 12:00 WIT,” kata Suleman Temongmere, ST.

Dia meminta agar bencana abrasi pantai harus ditangani secara serius dan efektif oleh Pemerintah, kedepannya akan merusak secara permanen sarana dan prasarana warga masyarakat seperti Talud, pemukiman masyarakat, dan juga dapat membahayakan keselamatan warga yang tinggal di sekitar pantai tersebut, maka untuk itu Kepala Distrik Karas, Suleman Temongmere, ST memohon dan berharap Bupati Fakfak, agar kiranya intansi terkait dalam hal ini BPBD, PU dan Bappeda Kabupaten Fakfak dapat melakukan peninjauwan langsung kelokasi Bencana Alam Abrasi Pantai yang terjadi di Kampung Malakuli Distrik Karas Kab. Fakfak,”ucap Suleman Temongmere

Hal ini mendapat respons dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Fakfak yang diwakili oleh Sekertarisnya , Efrain Kambu menyatakan (15/2/2021) lalu memang kami ada penugasan untuk bisa turun melihat sendiri kejadiannya abrasi yang terjadi di Kampung Malakuli Distrik Karas dan kita akan buat laporannya secara berjenjang ke Bupati Fakfak, jalan keluarnya seperti apa begitu, dan kita melihat daerah seperti di Distrik Karas, Kampung Malakuli bencana abrasi luar biasa hebatnya.

Penanganan tidak serta merta menjadi tanggung jawab didaerah, mestinya ada intervensi dengan pemerintah pusat sehingga peneganannya lebih baik. Sedangkan untuk APBD Kab. Fakfak mukin tidak cukup, besar sekali anggarannya. Kemudian olah penaganan tidak bisa sistem taluk, tidak munkin harus ada bagunan pemecah ombak.

Efran Kambu menuturkan, hingga saat tidak ada korban hanya ada kerusakan kerusakan ringan ada WC, Kamar Mandi warga, karena air laut masuk kedalam jadi untuk korban tidak ada.

Dia menambahkan nanti kami akan lalukan kajian, dan membuat laporan kepada Bupati Fakfak, kalau ada yang rusak penaganan kita sesuaikan,”kata Efrain Kambu Sekretaris BPBD Kab. Fakfak

(Tim)

Komentar

News Feed