oleh

Kepala Distrik Karas Berharap Bangunan Pemecah Gelombang

-Berita-49 views

FAKFAK – Bencana Alam, Abrasi Pantai gelombang laut menghantam warga yang tinggal dipesisir pantai jumat (5/2/2021) pukul 18:00 WIT s/d jam 12:00 WIT tepatnya di Kampung Malakuli Distrik Karas Kabupaten Fakfak Papua Barat dengan ketingian air laut 5 meter, hingga mengakibatkan teluk penahan gelombang patah dan roboh dan dinding rumah warga masyarakat disekitar pantai mengalami kerusahan berat serta beberapa fasilitas umum masyarakat seperti MCK terbawah arus gelombang laut.

Hal ini disampaikan Kepala Distrik Karas, Sulaiman Temongmere senin kepada Tim Infomakassar senin (15/02/202) siang

Sehubungan dengan bencana abrasi tersebut, Kepala Distrik Karas, SulaimanTemongmere menuturkan, Bencana Abtrasi Pantai ini sering muncul pada bulan Februari setiap tahun, dan aktivitas angin, Gelombang pasang yang sangat tinggi dan aktif.

Kepala Distrik Karas, Sulaiman Temongmere menuturkan, Abrasi atau Pengikisan Pantai ini terjadi di Kampung Malakuli Distrik Karas Kabupaten Fakfak Papua Barat.

Hal ini disebabkan kurang keperdulian dan kesadaran warga masyarakat yang tinggal sekitar Kampung Malakuli terkait dengan Bencana Alam Abrasi Pantai, walaupun telah dilarang ?

Baik dari Instansi Pemerintah setempat maupun beberapa warga masyarakat tetang bahaya Bencana Abrasi Pantai, namun menerut Kepala Distrik Karas, Suleman Temongmere masyarakat tetap saja mengambil material pasir maupun batu karang disekitar wilayah pantai dan material tersebut digunakan untuk pembagunan rumah warga, dan pembagunan Pemerintah, (maksudnya proyek proyek pemerintah) yang dibangun disekitar wilayah Kampung Malakuli Distrik Karas Kab. Fakfak Papua Barat.

Sehingga mengakibatkan berkurangnya atau hilangnya struktur pantai sebagai penahan gelombang alami, seperti, Terumbuk Karang, (Coral Reefs), bukit pasir, (Sand dunes) yang seharusnya pecah atau direfleksikan kembali ke laut oleh penahan gelombang secara alami,” kata Kepala Distrik Karas, Sulaiman Temongmere.

Apabila bencana abrasi ini tidak ditangani secara efektif oleh Pemerintah kedepan akan merusak secara permanen sarana prasarana seperti Talud, pemukiman masyarakat dan juga dapat membahayakan keselamatan nyawa manusia (maksudnya masyarakat) yang tinggal di sekitar pantai tersebut, maka untuk itu demi kemanusiaan kami memohon dan mengharapkan kepada Bupati Fakfak, agar kiranya intansi terkait dalam hal ini BPBD, PU dan Bappeda Kabupaten Fakfak dapat melakukan peninjauwan pada lokasi Bencana Akam Abrasi Pantai yang terjadi di Kampung Malakuli Distrik Karas Kab. Fakfak.

Harapan Kepala Distrik Karas, Sukaiman Temongmere kiranya dapat dibuat bangunan bangunan pemecah gelombang, sehingga dapat mengatasi dan mencegah terjadinya kembali bencana Abrasi Pantai, di Kampung Malakuli Distrik Karas.

(TIM)

Komentar

News Feed