oleh

Perketat Disiplin ProtKes Pemkot Bersama Kementerian Maritim RI Conference

-Berita-64 views

MAKASSAR – Rapat koordinasi DPP penegakan disiplin protokol kesehatan dan penanganan penyebaran Covid-19, luhut Binsar Panjaitan Menko Maritim RI bersama Pemerintah Kota Makassar. Melalui Vidio Conference (Vidcon) di Baruga Angin Mammiri, Jl. Penghibur, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Minggu, 31 Januari 2021.

Luhut Binsar Panjaitan dalam sambutannya mengatakan, COVID-19 merupakan virus RNA yang mudah bermutasi. Penularan yang tidak terkendali mempercepat penularan perlu dicegah untuk menghindari munculnya varian baru berbahaya seperti varian Brazil dan Afrika Selatan yang menyebabkan lonjakan kasus dan tidak efektifnya vaksin masyarakat perlu diedukasi mengenai ini untuk meningkatkan kepatuhan di rumah saja.

“Penegakkan disiplin aturan PPKM wajib dilakukan untuk menurunkan mobilitas masyarakat dan meningkatkan kepatuhan terhadap 3M, Hal ini penting untuk menurunkan penambahan kasus baru dan angka kematian, dengan pelaksanaan PPKM saat ini mobilitas masyarakat diperkirakan hanya turun sebesar 15-25% pada hari kerja padahal dengan measurement yang sama, PSBB DKI Jakarta di September dapat menurunkan mobilitas sebesar 30-40%
sehingga jumlah penambahan kasus bisa turun signifikan perlu penegakan kepatuhan terhadap PPKM saat ini dimana WFH 75% di sektor non essential dan kapasitas restoran hanya 25%,” kata Menteri Maritim RI.

Sementara, Operasi perubahan perilaku diharapkan bisa lebih terintegrasi dan dilakukan secara terukur antara TNI, POLRI dan Satpol PP, sehingga perekonomian masih tetap bisa berjalan namun jumlah kasus bisa ditekan Operasi yustisi perlu diperluas ke area perkantoran dan restoran untuk memastikan PPKM berjalan.

“Masyarakat perlu diedukasi mengenai penggunaan masker yang baik dan benar, termasuk cara mencuci dan mengganti
masker setiap hari,” lanjut Luhut.

Dia juga mengatakan, liburan panjang selalu meningkatkan jumlah kasus secara signifikan berdasarkan pengalaman libur Idul Adha, Tahun Baru Islam, Maulid Nabi, dan Nataru. Oleh karena itu jika situasi pandemi masih belum terkendali, maka libur Imlek (12 Februari 2021) dapat dipertimbangkan untuk ditunda.

Terpisah dengan, Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D., (Mendagri) Mendagri. No 1 tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan untuk pengendalian penyebaran Covid-19 mulai pada tanggal 11 s.d 25 Januari 2021 pemberlakuan PPKM tahan 1 dan perpanjangan perlakuan PPKM tahap ini 2 pada tanggal 26 Januari s.d 8 February 2021.

“Seluruh Kasatgas Covid-19 daerah dengan di dukung Forkopimda memetakan sebaran zonasi Covid-19 (Merah orange,kuning dan hijau)secara detail sampai pada tingkat Kelurahan/Desa,” kata eks Kapolri.

Ditambahkannya, upaya penekanakan kontributor utama yang menyebabkan Covid-19 dapat dilakukan dengan cara persuasif dan koersif.

“Bekerja sama dengan TNI dan Satpol PP untuk lebih mengitensentifkan OPS yustisi pendisiplinan protokol kesehatan,” ucapnya.

Senada dengan itu, Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo Memberikan sosialisasi secara masif tingkatkan pengetahuan dan tingkatkan kesadaran pola hidup bersih dan sehat.

“Melakukan diskusi dengan seluruh stakeholder dan beberapa ormas untuk mendukung pemerintah. Memberdayakan peran serta masyarakat,toga,Tomas serta organisasi kemaysrakan dengan memberikan bantuan sosial dan APD,” kata Kapolri.

Pada kesempatan itu, turut hadir Prof.Dr.Ir.Rudy Djamaluddin,MEng (Pj Walikota Mksr), Kolonel.Kav Dwi Irbaya Sandra,S.Sos (Dandim 1408/BS), Kombes Pol Witnu Urip Laksana ,S.Ik (Kapolrestabes Makassar), Andi Sundari,SH,MH (Kajari Makassar), Kompol Anugrah,S.Ik (Wakapolres Pelabuhan Makassar), Kpt Cpm Sugiono (Kaur tuud Denpom XIV/4 Makassar), Drs H.M Arsyad Ambo Tuo,M.Ag (Kepala kementerian agama Kota Makassar), Ir. Agus Djaja Said,M.Si (Plt Kadinkes Kota Makassar), dr H.M Rusli,M.Kes (Kepala BPBD Kota Makassar).

Komentar

News Feed