oleh

Rakyat Kaum Petani Menjerit, Akibat Pupuk yang Kian Susah dan Harga Diatas Normal

-Berita-149 views

MAKASSAR – Jeritan para petani diduga akibat maraknya penumpukan pupuk subsidi yang berakibat kelangkaan pupuk di beberapa kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan.

Ditambah harga pupuk yang sangat mahal dengan variasi harga sebesar Rp135 ribu sampai RP 140 ribu perzat, sedangkan harga yang sudah di tentukan Eceran tertinggi pupik bersubsidi dalam peraturan Menteri Pertanian No. 49 tahun 2020.

Jenis Pupuk :

1.Urea sebesar :2.250 1 liter Per Zak sebesar Rp. 112.500
2. ZA 1 sebesar Rp 1.700 Per Zak sebesar Rp 85.500
3. SP- 36 1 liter sebesar Rp. 2.400 Per Zak sebesar 2.400 liter yang membuat petani gagal panen.
4.NPK PHonska Sebsar Rp2.400 perliter per Zak 115.000.

Hal itu, membuat lembaga Simpul Pergerakan Mahasiswa dan Pemuda geram. Oleh karenanya, mereke menggelar aksi di kantor PT. Pupuk Kaltim Jln. AP Pettarani Makassar.

 

Selain itu, dia juga membentang spaduk bertulisan “COPOT DIREKTUR PT. PUPUK KALTIM’ sambil membakar Ban bekas, Rabu (20/01/2021) sore kemarin.

Aksi Solidaritas, Front Mahasiswa Makassar, nampak terlihat menutup jalan. Aksi ini mendapat pengawalan ketat oleh pihak kepolisian dan berlangsung selamat 2 jam yang dipimpin langsung oleh Rais Aljihad selaku Putra asli Jeneponto.

Dalam aksi yang berlangsung, pihak PT. PUPUK KALTIM menerima aspira dan memangil keruangan rapat untuk membahas persoalan kelangkaan pupuk dan mahalanya pupuk.

Selaku Pihak PT. PUPUK KALTIM memanggil masuk perwakilan untuk melakukan audens sebanyak 3 orang dari pihak Simpul Pergerkan Mahasiswa dan Pemuda.

Rais ljihad mempertegas dalam ruangan audens kepada pihak. PT. PUPUK KALTIM, bahwa banyaknya mafia Distributor(nakal) yang segaja menjual harga pupuk yang bervariasi sebesar Rp 130 sampai Rp 145 per Zak, dan banyaknya pupuk yang segaja di tampung oleh pihak Distributor.

“Kasus ini akan kami laporakan secara resmi di Polda untuk melakukan penyidikan terhadap penjual yang pupuk yang dianggap meresakan para petani. Seusuai peraturan Menteri Pertanian No. 4 Tahun 2020,” lanjut Rais Aljihad.

(WS)

Komentar

News Feed