oleh

Bandar Udara Internasional Siboru Tidak Layak Dibangun

-Berita-467 views

FAK-FAK – Bandara Internasional Siboru Fakfak Secara Teknis Tidak Layak di Bangun, Menteri Perhubungan RI berkeberatan atas pembangunan proyek Bandara Udara Siboru Fakfak Propinsi Papua Barat sejak tahun 2017 lalu.

Hal ini disampaikan oleh Kementerian Perhubungan RI, merujuk surat Bupati Fakfak No. 550/1636/BUP/2016 tanggal 25 November 2016 lalu terkait izin persetujuan lokasi Bandara Udara Siboru Fakfak Papua Barat.

Rencana pembangunan bandara udara baru di Siboru Kab. Fakfak secara kelayakan teknis pembagunan mendapat kendala yang cukup signifikan antara lain, rencana pembangunan Bandara Udara Siboru Kab. Fakfak secara kelayakan teknis antara lain,”Kondisi terrain dan kondisi tanah pada lokasi pembangunan bandara siboru tidak sesuai untuk mendukung kondisi landasan pacu dan akan menimbulkan konsekuensi biaya pembagunan yang sangat tinggi serta teknis pembagunan yang cukup sulit terkait pekerjaan galian dan timbunan tanah dengan volume yang sangat besar dan kondisi potografis sangat ekstrem.

Berdasar hasil survei topografi diperlukan pekerjaan galian kurang lebihnya 16.147.760 M3 dan timbunan kurang lebihnya 12.111.457M3 (mengacu standar harga satuan ) dengan menggunakan metode yang sama di Bandara Udara Torea Fakfak untuk harga setiap pekerjaan galian sebesar 187.028/M3 dan timbunan sebesar 163.068,22/M3.Maka estimasi awal di perlukan biaya galian sebesar Rp. 1.9 Triliun dan biaya timbunan sebesar Rp. 3 Trilliun hingga total biaya galian dan timbunan tanah sebesar Rp. 4.9 Trilliun, “kata Dr. Ir. Agus Santoso, M.Sc Direktur Jenderal Perhunungan Darat, Kementerian Perhubingan RI
Dia menambahkan berdasarkan hasil penyelidikan tanah eksisting disimpulkan kondisi permukaan tanah, rencana lokasi, berupa lanau lempung dengan konsistensi lemak, sedangkan kondisi lapisan dibawahnya merupakan jenis tanah yang mengandung pasir laut, dan tanah pasir. Nilai soaked CBR dari hasil penyelidikan tanah yaitu antara 2,54 persen sampai 2,84 persen sedangkan sesuai ketentuan ref KP 576 Tahun 2011 tentang,”Pedoman Penyusunan Fasilitas Sisi Udara Bandara Udara minimal 6 persen nilai soaked CBR,”jelas Agus Santoso
Berdasarkan informasi yang dihimpun, data penumpang tahunan di Bandara Udara Torea Fakfak pada tahun 2015 mencapai 50.102pnp/tahun dan tahun 2016 lalu mencapai 56.616 pnp/tahun, sesuai dengan rencana induk Bandara Udara Torea Fakfak yang ditetapkan memlaui KP 81 tahun 2017,” Bandara Torea Fakfak masih dioptimalkan pengembangannya guna melayani kebutuhan penumpang di Kab. Fakfak dan sekitarnya 200.000 pnp/tahun.
Untuk diketahui pembangunan bandara udara siboru tahap ke I(satu) menghabiskan anggaran sebesar Rp. 15.446.188.800, bahkan Pemkab.Fakfak telah memberikan ganti rugi lahan bandara siboru Rp.75 milyard.
Kepala Dinas PUPR Kab. Fakfak, Samaun Dahlam,S.Sos,MAP mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Bandara Udara Siboru Fakfak dimulai tahun 2019 lalu.

“Pematangan lahan Bandara Siboru untuk terminal menyerap dana APBD tahun 2019, dan berlanjut tahun 2020 termasuk dana dari Kementrian Perhubungan RI ,”SBSN sudah dilakukan proses lelang,”ucap Kepala Dinas PUPR Fakfak, Samaun Dahlan, S. Sos, MAP
Bahkan Gubernur Propinsi Papua Barat, Dominggus Mandacang kucurkan dana dari Propinsi Papua Barat untuk pembagunan bandara siboru.

Sudah ada Surat Perintah dari Kementrian Perhubungan RI utk melakukan pemeriksaan Proyek Bandara Internasional Siboru, namun menurut salah satu staf Inspektorad (APID) Kab. Fakfak, Mojad Rengen menyatakan (15/01/2020) siang.

belum ada perintah dari Bupati Fakfak, Dr. Muhammad Uswanas untuk melakukan pemeriksaan, “kata Mujad Rengen

Terkesan Bupati Fakfak, Muhammad Uswanas diduga kuat terlibat lansung terkait pembagunan Proyek Bandara Internasional Siboru hingga saat ini tidak memerintahkan bawahanya (APID)/Inspektorat untuk periksa proyek bandara siboru. Ada apa Pak Bupati Fakfak?

Ibrahim berkata, Kasus ini sudah dilaporkan ke KPK RI melalui Media Daring Pengaduan Masyarakat KPK.

“Terimakasih atas informasi yang Saudara sampaikan. Informasi tersebut kami teruskan kepada petugas yang menagani pengaduan saudara,” ungkapnya

Komentar

News Feed