oleh

GAM Desak PT. PUPUK KALTIM Mentransparansikan Bukti-Bukti Penebusan Pihak Distributor

-Berita-181 views

MAKASSAR – Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) berunjukrasa di depan PT. PUPUK KALTIM, JL. AP. Pettarari Kota Makassar, Senin (4/1/2021).

Dengan membawa spanduk yang bertuliskan “GERAKAN AKTIVIS MAHASISWA
PUPUK SUBSIDI LANGKAH, BUKTI KEGAGALAN MENTERI PERTANIAN (MENTAN)”.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan GAM, medesak PT. PUPUK KALTIM untuk mentransparansikan bukti-bukti penebusan pihak distributor dari beberapa Kab/Kota di Sulawesi Selatan.

Menurut Azis siama’ (Jimbo) selaku Jenderal Lapangan Gerakan Aktivis Mahasiswa, kelangkaan pupuk subsidi di Sulawesi Selatan sudah menjadi permasalahan klasik. Sebab, hampir setiap tahunnya kelangkaan terjadi ketika memasuki musim tanam para petani.

Lanjut Asis Ziama, pemerintah dalam hal ini Menteri Pertanian telah dianggap gagal dalam mensejahterahkan Petani di Indonesia, terkhusus ditanah kelahiran Pak Menteri sendiri, ditanah Celebes. Hampir semua Petani terancam gagal panen karena tidak dapat mengakses Pupuk Subidi. Jauh dari cita-cita Menteri pertanian menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan Nasional. Sebab realitas yang terjadi, ketersediaan pupuk saja tidak mampu diakomodir sepenuhnya oleh pemerintah, tentu hasil panen tidak maksimal.

“Kalau sudah begini kondisinya, wajarlah kalau publik curiga, jangan sampai ada “permainan” banyak hal perlu diinvestigasi lebih lanjut. Kami meminta kepada stake holder untuk melakukan evaluasi secara mendalam terhadap seluruh Distributor Pupuk Subsidi khususnya di Kabupaten Jeneponto”, ujar Azis Siama’.

Diketahui di Kabupate Jeneponto, ada tiga Distributor Pupuk Subsidi yaitu ; CV. ANJAS, Koperasi Perdangan Indonesia dan Puskud Sulawesi Selatan. Masing-masing mempunyai wilayah pendistribusian yang terbagi dari beberapa kecamatan.

Setelah melakukan unjukrasa akhirnya massa kedalam ruangan PT. KALTIM untuk melakukan audiensi. Setelah itu massa aksi membubarkan diri secara tertib dengan pengawalan sejumlah personel Polrestabes Makassar.

Lanjut, ini sebagai langkah awal, ini adalah bentuk ultimatum keras terhadap Distributor.

Komentar

News Feed