oleh

Berbagai Persiapan Menuju Pilkada Serentak 12 Kabupaten dan Kota se Sulsel

-Berita, Politik-33 views

MAKASSAR – Persiapan pelaksanaan pilkada serentak tahun 2020, Komisi II DPR RI kunjungan kerja di Kota Makassar, Senin, 23 November 2020. Sekaligus tinjau Protap Kesehatan Covid-19.

Pada kesempatan itu, Pemkot menerima di ruang rapat Spakalebbi Lt. 2 Jl. Ahmad Yani Kec. Ujung Pandang Kota Makassar.

Muh. Arwani dalam sambutannya mengatakan, pagi ini kita bisa berkumpul dengan satu kegiatan di bidang kepemiluan pilkada serentak. Ada beberapa kota yang kami kunjungi dalam rangka pemilihan serentak, Pilkada kali ini sangat spesial karna diadakan dengn kondisi tidak normal dimasa pandemi,

“Harapan kami pencegahan protokol kesehatan tetap diutamakan sehingga Pilkada serentak bisa berjalan dengan baik,” harap Ketua Tim.

Lebih lanjut dikatakan, suksesnya Pilkada serentak atas partisipasi masyarakat semakin baik. Kewajiban Pilkada harus wajib pakai KTP dan membawa undangan ke TPS.

“Masih ada ditemukan data yang sudah meninggal tetapi di masukan sebagai calon pemilih,” katanya.

Prof. Dr. Ir. Rudy Djamaluddin,MEng juga mengatakan, semoga kunjungan menjadi manfaat bagi kita semua kami sangat bangga bisa dikunjungi.

Terkait Covid -19, kata dia, kami bersyukur dengan adanya sinergi dengan baik sampai ketingkat RT. Alhamdulillah sinergi yang sangat baik dipanyungi dengan Perwali 51 dan Perawali 53 sehingga kita memberi kesadaran kepada masyarakat Kota Makassar.

“Makassar bisa masuk di zona kuning, seluruh unsur agar tetap meningkatkan protokol kesehatan,” harap Pj. Walikota Makassar itu.

Kami juga mendorong roda ekonomi, Alhamdulillah sudah berjalan relatif Normal. Kami sangat bersyukur kepada teman-teman Bawaslu betul-betul menjaga protokol kesehatan pada saat kampanye.

Ketua KPU Prov. Sulsel, Faisal Amir, menyampaikan, dari 12 Kabupaten/Kota yang akan melaksanakan pilkada serentak, alhamdulillah sementara ini masih berjalan dengan lancar.

“Dari perkembangan proses tahapan pilkada bahwa data pendaftaran medapatkan sedikit tidak mematuhi protokol kesehatan baik dari tingkat Kab/Kota yang tidak mengikuti protokol kesehatan,” ucapnya.

Kendala kami proses perekrutan PPK, PPS dan PPDP pada saat diRapid tes banyak yang memundurkan diri dan ada yang di Rapid reaktif.

Pada kesempatan itu dihadiri, H. Muh Arwani (Ketua Tim DPR RI), Drs. Lutfi, TMA.,M.Si (Staf Ahli Mendagri Bid. Pemerintahan Kesbang), Andi Triarmoni, S.E.,S.Ip,MM (Direktur Bina Aparatur Ditjen Dukcapil), Prof. Dr. Ir. Rudy Djamaluddin,MEng (Pj. Walikota Makassar), Faisal Amir (Ketua KPU Prov.Sulsel), HL. Arumahi (Ketua Bawaslu Prov. Sulsel), Kolonel Kav Dwi Irbaya Sandra, S.Sos (Dandim 1408/BS), AKBP Anwar Danu (Kabag Ops Polrestabes Mksr),Andi Sundari,SH.,MH (Kajari Makassar), Ir. M. Ansar,M.Si (Sekda Kota Makassar), Farid Wajdi (Ketua KPU Kota Makassar), Nursari,SH.,MH (Ketua Bawaslu Kota Makassar), Prasetyo Hadi (Anggota DPR RI/F-Gerindra), H. Sukamto (Anggota DPR RI/F-PKB), H. Mohammad Muraz, MM (Anggota DPR RI/F-Partai Demokrat), Teddy Setiadi, S.I.Kom (Anggota DPR RI/F-PKS), John Siffy Mirin (Anggota DPR RI/F-PAN), Drs. H. Syamsurizal,S.E.,MM (Anggota DPR RI/F-PPP).

(Tim)

Komentar

News Feed