oleh

Garda Intellectual Forum “Membentuk Kader yang Kritis dan Berintelektual Menuju Garda Tipikor yang Berkompeten”

-Berita-135 views

MAKASSAR – Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah di mana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan).

Sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi. Organisasi harus memiliki tujuan yang jelas untuk menentukan keberlangsungan organisasi itu sendiri. Untuk kepentingan akselerasi tugas pokok dan fungsi organisasi apapun, peningkatan mutu sumber daya manusia merupakan salah satu syarat utama.

Mutu sumber daya manusia yang menyangkut dua aspek, yakni aspek fisik (mutu fisik) dan non fisik (mutu non fisik) yang menyangkut kemampuan bekerja, berpikir, dan keterampilan lain. Dalam hal berpikir diperlukan substansi-substansi yang mendorong seseorang untuk dapat berpikir kritis.

Maka demikian Garda Tipikor Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin mengadakan GIF untuk menciptakan generasi muda khususnya bagi anggota Garda Tipikor yang berkualitas dan berintelektual agar menjadi laskar atau kader yang berkompeten.

Pada hari Sabtu, 31 Oktober 2020 sampai 01 November 2020, Unit Kegiatan Mahasiswa Gerakan Radikal Anti Tindak Pidana Korupsi (Garda Tipikor) Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin mengadakan GIF (Garda Intellectual Forum) dengan mengangkat tema yaitu “Membentuk Kader yang Kritis dan Berintelektual Menuju Garda Tipikor yang Berkompeten” melalui platform zoom meeting clouds dan google meet.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan mutu atau kemampuan anggota Garda Tipikor demi terciptanya pejuang/generasi Anti Korupsi yang berkualitas dan berintelektual agar menjadi kader yang berkompeten sesuai dengan apa yang diharapakan kedepannya.

 

GIF yang dilaksanakan secara daring ini, mendatangkan beberapa narasumber yang berpengalaman di bidangnya masing-masing. Diantaranya Ketua Umum Garda Tipikor FH-UH 2020/2021, Reza Revorma Putra Alam, Ratu Indra Kasih Pratiwi, S.H., Fauzi Ashari, S.H., Imannul Yakin, S.H., Sukardi, S.H., Fikri Al-Amry, Desak Putu Ayunda, Rahmat Kurniawan, S.H., Jusriawan Fajri, Muhammad Nayyif Ikhwan, dan Abdul Gaffur Idris I, S.H.
Kegiatan GIF ini dilaksanakan selama dua hari, hari pertama pada pukul 09.00 WITA acara dimulai dengan pembukaan yang dipandu oleh MC, yakni Rizka Dwi Anugrah. Kemudian Ketua panitia, Adhdhohir Agustana Putra memulai menyampaikan laporan terkait kegiatan GIF ini, lalu setelahnya sambutan oleh Ketua Umum Garda Tipikor FH-UH 2020/2021, Reza Revorma Putra Alam, kemudian sambutan selanjutnya oleh perwakilan Dewan Litbang Garda Tipikor FH-UH, Dwi Putri Hijriani A., serta sambutan sekaligus membuka acara secara resmi oleh Dewan Pembina Garda Tipikor FH UH, Fajlurrahman Jurdi, S.H., M.H.

Setelah pembukaan kegiatan, peserta dibagi menjadi tiga kelompok. Kegiatan yang di hadiri oleh peserta dari beberapa angkatan anggota Garda Tipikor Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin ini, dimulai dengan pembawaan materi pertama di hari pertama oleh Ratu Indra Kasih Pratiwi, S.H. membawakan materi di kelompok satu, Fauzi Ashari, S.H. membawakan materi di kelompok dua, dan Reza Revorma Putra Alam membawakan materi di kelompok tiga.

Ketiga pemateri tersebut membawakan materi mengenai komunikasi efektif. Isi materi yang dibawakan oleh pemateri yakni mulai dari pengertian komunikasi, proses komunikasi, macam-macam komunikasi, pola-pola pembicaraan, kendala dan hambatan dalam komunikasi hingga implementasi komunikasi yang dipandu oleh penanggungjawab masing-masing kelompok.

Kemudian dilanjutkan dengan materi kedua yang dibawakan oleh Imannul Yakin, S.H., membawakan materi di kelompok satu, Sukardi, S.H., membawakan materi dikelompok dua, dan Fikri Al-Amry membawakan materi di kelompok tiga. Pemateri kali ini membawakan materi mengenai analisis wacana kritis. Pemateri menjelaskan tentang definisi analisis wacana, hubungan wacana dengan interpretasi, macam-macam metode interpretasi, hubungan antara kuasa dan wacana, serta yang terakhir membahas tentang karakteristik analisis wacana kritis.

Hari kedua pelaksanaan Garda Intellectual Forum dimulai pada pukul 10.00 WITA, pada sesi ketiga ini pemateri menjelaskan tentang penulisan legal opinion, kelompok satu menerima materi dari Desak Putu Ayunda, dan Rahmat Kurniawan S.H., mambawakan materi di kelompok dua. Materi legal opinion berisi tentang jenis-jenis logika, lapisan penalaran, kerancuan berpikir dll.

Sesi ke empat atau materi terakhir dari Garda Intellectual Forum yaitu Manajemen konflik, pada sesi ini Jusriawan Fajri dipercaya untuk membawakan materi kepada kelompok satu, kemudian kelompok dua oleh Muhammad Nayyif Ihkwan, dan kelompok tiga Abdul Gaffur Idris, S.H. Pada sesi ke empat pemateri menjelaskan beberapa hal yaitu, penyebab konflik, jenis-jenis konflik, gaya manajemen konflik, dll.

Kegiatan Garda Intellectual Forum kali ini berjalan lancar mulai dari pembukaan hingga akhir kegiatan. Peserta sangat aktif dalam kegiatan dilihat dari bagaimana mereka melontarkan berbagai pertanyaan dan pendapat kepada pemateri. Rangkaian acara GIF ini ditutup secara resmi di hari terakhir yaitu pada hari Minggu, 01 November 2020 pukul 14.10 WITA oleh Jusriwan Fajri selaku Dewan Litbang Garda Tipikor Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.

“Garda Intellectual Forum merupakan sebuah kegiatan internal yang ditujukan kepada seluruh anggota Garda Tipikor yang bertujuan memberikan wawasan intelektual, serta melatih dan mengasah potensi setiap kader. Garda Intellectual Forum kali ini mengambil tema “Membentuk Kader yang Kritis dan Berintelektual Menuju Garda Tipikor yang Berkompeten” yang lebih menekankan mengasah potensi kader, meskipun kader-kader Garda Tipikor telah memiliki beberapa ilmu dan pengalaman namun karena kurang diimbangi dengan keberanian, rasa percaya diri dan jam terbang yang cukup, sehingga potensi tersebut kurang terasah dengan baik.

Pada akhir kesempatan, Adhdhohir Agustana Putra sebagai ketua panitia dalam penutupan kegiatan Garda Intellectual Forum, dia berharap Garda Intellectual Forum menjadi tempat untuk mewadahi potensi-potensi atau kebutuhan kader Garda Tipikor kedepannya melalui beberapa materi dan metode dalam kegiatan ini.

Komentar

News Feed