oleh

FPR Sulsel Tuntut Stop Kriminalisasi serta Tolak UU Cipta Kerja

-Berita-146 views

MAKASSAR – Puluhan Massa menamakan diri Front Perjuangan Rakyat (FPR) Sulsel yang berkisar 59 orang yang dimotori Awaluddin. (Jendlap/Ketua BEM FIS UNM) dan Korlap Ari Baba Felani Annur (Ketua BEM FMIPA) menggelar aksi unjuk rasa Stop Kriminalisasi serta Tolak UU Cipta Kerja.

Aksi ini diawali di Belakang Gedung Phinisi UNM Jalan. A.P. Pettarani Kec. Rappocini Makassar dan bergerak ke Markas Komando Polrestabes Kota Makassar, Senin, 02 November 202O.

Front Perjuangan Rakyat (FPR) Sulsel merupakan gabungan dari sejumlah organisasi diantaranya, BEM FIS UNM, BEM FE UNM, BEM FMIPA UNM, BEM FPsi UNM, BEM FBS UNM, HMJ PKO FIK UNM, UKM LKIMB, SERUNI SULSEL, PEMBARU SULSEL, PLB FIP UNM, HIMA FIP UNM, HMPS FT UNM, HMPS PGSD FIP UNM, HIMA PKK FT UNM, ISMEI WIL X, GAPEMBAR, LBH Makassar, KONTRAS Sulawesi dan AGRA Sulsel.

Adapaun tuntutan para pengunjuk rasa dalam aksi meliputi, dalam orasinya mendesak mencabut Omnibus Law UU Cipta Kerja

“Stop Kriminalisasi, kami menuntut dibebaskannya saudara Supianto alias Ijul dan korban lainnya oleh Kepolisian.” Ujar Awaluddin dalam orasinya.

Dikandaskan FPR) mengecam tindakan Represifitas Aparat, dalam orasinya serta.kosi tidak percaya kepada Pemerintah dan DPR

Dalam aksinya para pengunjuk rasa dari FPR ini meliputi, Orasi secara bergantian dengan menggunakan Megaphone.

Selain itu, membawa bendera organ FPR, SERUNI, BEM FBS UNM, Himpunan Mahasiswa Otomotif FT UNM, BEM FIP UNM, BEM FE UNM, BEM FIS UNM, FMN, AGRA SULSEL, PEMBARU INDONESIA,

  • Para pengunjuk rasa dalam aksinya membentangkan spanduk dan pamflet yang bertuliskan :
    – Bebaskan Kawan Kami | Mosi Tidak Percaya, Cabut Omnibus Law UU Cipta Kerja, Bebaskan Ijul dan Korban Salah Tangkap Lainnya, Cabut UU Cipt KOa Kerja | Stop Kriminalisasi | Kecam Tindakan Represif Polisi.
  • Bebaskan Ijul dan Korban Salah Tangkap Lainnya Sekarang Juga” (terdapat gambar wajah sdr. Ijul)
  • Stop Kriminalisasi Tolak UU Cipta Kerja, Bebaskan Ijul dan Korban Salah Tangkap Lainnya #Mosi Tidak Percaya #LK FIP UNM”.
  • Selain itu, mengusung Pamflet bertuliskan antara lain :
    – Bebaskan Kawan Kami, Tolak Omnibus Law. – Bebaskan Ijul,
    – Dewan Penghianat Rakyat
    – Omnibus Law Mencekik Rakyat

Para pengunjuk rasa selanjutnya diterima oleh AKP Sugeng Suprijanto, S.Pd, MH .Wakasat Reskrim Polrestabes Makassar. di Pertigaan Jalan. Balaikota – Jalan.Ahnad Yani dengan tanggapan kasus Ijul telah ditingkatkan ke tahap sidik dan sudah melakukan pemeriksaan 23 orang dengan transparan dan profesional serta sesuai prosedur yang ada.

“Kasus ditangani oleh tim gabungan Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar, mekanisme penyidikan berjalan sesuai dengan tahapan tahapan dalam proses berperkara,” ungkap AKP Sugeng Suprijanto, S.Pd, MH.

Ditambahkan terkait dengan surat penangguhan yang diajukan oleh rekan-rekan, akan kami cek kembali apakah yang bersangkutan layak atau memenuhi syarat untuk diberikan penangguhan.

“Silahkan kuasa kukumnya ketemu kami untuk membicarakan perihal pengajuan penangguhan penahanam sdr. Ijul,” himbau AKP Sugeng Suprijanto, S.Pd, MH.

Dikandaskan Ijul saat ini dalam keadaan sehat dan kondisinya baik.

(Tim)

Komentar

News Feed