oleh

Aliansi Ummat Islam Sulsel Gelar Aksi Damai Sikapi Majalah Charlie Hebdo France

MAKASSAR – Gelar aksi unjuk rasa Aliansi Ummat Islam, menyikapi Majalah Charlie Hebdo (France) yang memuat sebuah poster besar yang berisi karikatur diduga sebagai penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Hal ini mengundang gejolak umat Islam tergerak menyuarakan sikap terhadap Majalah Charlie Hebdo (France). Terkhusus wilayah Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 31 Oktober 2020.

Dari pantauan awak media, gerakan demonstran tergabung dari Aliansi Ummat Islam Sulsel. Berawal didepan Mesjid Al-Markaz, Jalan Mesjid raya no. 57, Kel. Timungan lompoa, Kec. Bontoala, selanjutnya massa Longmarch berakhir di depan Monumen Mandala Jl. Jend. Sudirman sebagai titik sasaran demonstran.

Pada kesempatan itu, Ust. Nasaruddin. Mengajak seluruh peserta aksi mengemakan Sholawat Nabi sebagai tanda kecintaan.

Mereka menuntut dengan beberapa point:
1. Dalam Islam, mengimani kenabian Muhammad Saw harus diikuti dengan mencintai dan memuliakan sosoknya.

2. Mencintai Rasulullah SAW merupakan kewajiban dan kebaikan yang amat luhur, maka menista (istihza) terhadap kemuliaan beliau adalah dosa besar.

3. Para ulama telah menjelaskan mengenai bentuk-bentuk hujatan kepada Nabi SAW, yaitu mencela, mencari kesalahan, menganggap pada diri rasul Saw ada kekurangan; mencela nasab (keturunan) dan pelaksanaan agamanya, juga menjelek-jelekkan salah satu sifatnya yang mulia; menentang atau mensejajarkan Rasullullah Muhammmad SAW dengan orang lain dengan niat untuk mencela, menghina, mengkerdilkan, menjelek-jelekkan dan mencari kesalahan.

4. Penistaan dan merendahkan marwah Nabi Muhammmad SAW terus berulang karena banyak muslim dan tokoh-tokohnya memilih diam.

5. Penistaan terhadap Nabi SAW juga terjadi karena prinsip kebebasan berekspresi yang diberikan oleh sekularisme-liberalisme yang memberikan panggung kepada orang-orang yang mendengki untuk terus menyerang Islam dan kaum muslimin.

6. Menuntut kepada pemerintah untuk tidak tinggal diam atas perbuatan majalah Charlie Hebdo dan pemerintah Perancis yang dapat dinilai sebagai bentuk penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

7. Mengajak kepada seluruh ummat Islam untuk terus berjuang menegakkan syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan, sehingga kehormatan rasullullah SAW, agama Islam dan kaum muslim dapat terjaga dari tindakan jahat orang-orang yang tidak senang dengan Islam.

Para peserta aksi mendapat pengawalan ketat dari Pamka/Pantup Aparat kepolisian Polsek Ujung Pandang, Tim Jatanras Polrestabes Kota Makassar.

(Tim)

Komentar

News Feed