oleh

Proyek Pemeliharaan Gedung RSUD Kab. Fakfak Menuai Sorotan

FAKFAK – Proyek pemeliharaan gedung Rumah Sakit Umum Daerah Kab. Fakfak Provinsi Papua Barat menuai sorotan dari sejumlah elemen masyarakat pasalnya proyek ini tidak memasang papan informasi proyek.

Kontaktor dinilai dengan sengaja tidak memasang papan nama di proyek ini.

Hal ini diutarakan oleh salah seorang warga Ibrahim saat ditemui di lokasi pekerjaan proyek ini, belum lama ini.

Ibrahin mengungkapakan proyek ini sudah dikerjakan satu bulan, dia tidak melihat papan nama proyek yang di pasang.

Ditambahkan keterbukaan informasi publik sudah menjadi kewajiban dalam pelaksanaan kegiatan proyek pemerintah, sesuai dengan prinsip transparansi anggaran.

“Dimulai dari awal hingga akhir pelaksanaan kegiatan proyek, agar dapat di ketahui warga masyarakat,” ujar Ibrahim.

Sedangkan, lanjut Ibrahim, di tempat penampungan limbah, didepan halaman parkir rumah sakit itu tidak berfungsi lagi, sudah ada kumannya.

“Di ruang bersalin tidak disediakan ruang tunggu buat warga yang datang untuk besuk keluarganya. malahan warga masyarakat duduk bahkan tidur, sambil menunggu di depan pintu masuk ruang bersalin, hal ini tentu sangat ironis,” papar Ibrahim.

Dia berharap agar Direktur RSUD Fakfak, dr. Suban Rumoning harus ada solusi untuk bangun gedung baru, dan perbaiki pembuangan limbah di depan halaman parkir yang sudah tidak berfungsi lagi.

Dia berharao pihak Inspektorat, BPK, BPKP, dan Kejaksaan agar ikut mengawasi kegiatan proyek ini.

PPK Proyek Pemeliharaan Gedung Kantor dan Area Perawatan (Ruang VIP) RSUD Fakfak Papua Barat, Jihan Rumasukun, ST saat ditemui Tim IP (6/10/2020) mengatakan proyek itu belum ada anggaran sifatnya darurat untuk covid-19, sama kaya bencana.

Jihan, menambahkan proyek ini belum ada anggaran, PPK belum ada nanti ditunjuk siapa yang akan bertanggung jawab.

Sektetaris PUPR, Lisa, ST ketika ditemui di ruang kerjanya oleh Tim IP, (21/10/2020) mengatakan papan nama proyek harus dipasang setiap pelaksaan proyek.

Dia menambahkan secara ideal pembuangan limbah dari seluruh ruangan RSUD Fakfak terpusat pada satu tempat untuk diolah kembali sehingga pada saat dilepaskan ke air tanah atau saluran tidak dapat membahayakan warga atau menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan.

“Kita mengikuti sistim sanitasi yang sudah ada, yang dilakukan sekarang adalah merevitalisasi dari fungsi ruang RSUD Fakfak Papua Barat,” kandas Sekretaris PUPR Fakfak.

(RK)

Komentar

News Feed