oleh

SAPMA PP Kab. Gowa Gelar Aksi Damai Lawan Lupa Sejarah G30SPKI

-Berita-16 views

MAKASSAR – Gerakan 30 September 1965 atau G30SPKI sangat amat menakutkan bagi bangsa Indonesia.

Persoalan penting saat ini adalah memperkuat pondasi ideologi bangsa, yaitu Pancasila.

Demikian isi orasi, Aksi damai melawan lupa Sejarah G30SPKI Tahun 1965 di Kab. Gowa, yang digelar Sapma PP (Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa) Pemuda Pancasila Kab. Gowa, di Pertigaan Jalan Poros Sultan Hasanuddin – Jalan. Tumanurung (Sudut pertigaan Makodim 1409/Gowa) Kel. Pandang-pandan Kec. Somba Opu Kab.Gowa, Rabu 30 September 2020.

Aksi damai yang dipimpin Fitrah Syahdanul (27) dengan jumlah massa berkisar 30 orang relawan dan simpatisan dari Sapma PP Kec. Somba Opu.

Fitrah Syahdanul dalam juga menegaskan Sapma PP kab. Gowa akan menentang segala bentuk usaha membangkitkan ideologi komunis karena tidak sesuai falsafah dan dasar negara Pancasila.

“Sapma PP Kab. Gowa mendukung pemutaran Film Pengkhianatan G3OS/PKI”, tegasnya.

Selain, sistem pembelajaran di sekolah, Sapma PP juga tegaskan mendukung ide pembelajaran sejarah kekejaman PKI yang disesuaikan dengan semangat kekinian melalui instrumen media sosial dan sarana lain yang saat ini diminati anak-anak muda.

“SAPMA PP Kab. Gowa mendorong pemerintah untuk memperkuat demokrasi ekonomi agar keadilan sosial dapat dinikmati oleh seluruh Rakyat Indonesia”, tandas Fitrah Syahdanul melalui Megaphone.

Dalam aksi ini, Pengunras melakukan pembakaran lambang PKI (Palu Arit).

Usai berorasi, kegiatan aksi damai Sapma PP (Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa) Pemuda Pancasila membubarkan diri dengan aman.

Adapun info yang terhimpun di lapangan meliputi kegiatan aksi damai tersebut mengambil tema melawan lupa sejarah kebiadaban PKI dalam kudeta G 30/September 1965 yang betepatan pula dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang ke 55 Thn.

Berikutnya, kegiatan aksi damai dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian Sapma PP Gowa untuk mengantisipasi bahaya laten Komunis serta perlunya Warga Indonesia khususnya Warga Kab. Gowa untuk tidak melupakan sejarah kelam penghianatan PKI pada masa yang yang lampau.

Selain itu, aksi damai dilakukan dengan cara berorasi secara bergantian, menggunakan Megaphone sebagai pengeras suara, 2 buah Bendera berlambang Pemuda Pancasila, satu unit mobil Suzuki Katana Nopol DD 931 CA sebagai panggung orasi satu lembar spanduk dengan ukuran 2 x 1 Meter yang bertuliskan “Menolak Lupa G 30/S PKI” Sapma PP Sombaopu.

Selama kegiatan aksi damai berlangsung tetap mematuhi Protokol Kesehatan.

(Tim)

Komentar

News Feed