oleh

GAM Tuntut Polda Sulsel Segera Limpahkan Kasus Pembunuhan Sugianto (Alm) ke Kejati

MAKASSAR – Gerakan aktivis mahasiswa (GAM) menuntut penyidik Polda Sulsel untuk segera melimpahkan secepatnya berkas perkara tersangka kasus pembunuhan Sugianto (Alm) ke Kejaksaan Tinggi Sulsel.

Selain itu, GAM mendesak tangkap pelaku pembunuh Sugianto ( Alm) jangan lindungi pelanggar HAM dan Kapolda Sulsel untuk segera mencopot Dir.Reskrimum Polda Sulawesi selatan.

Tuntutan ini diungkapkan Zulkifli Jenderal Lapangan GAM dalam orasinya saat menggelar aksi unjuk rasa terkait kasus pembunuhan Sugianto ( Alm) di Polda Sulsel, Jalan Perintis kemerdekaan Kota Makassar (Senin, 28/9/2020)

GAM gelar unjuk rasa terkait belum dilimpahkannya berkas perkara kasus pembunuhan Sugianto (Alm) di Kabupaten Bantaeng yang melibatkan 4 orang oknum Polres Bantaeng (HA, KH, TR, NY) dan satu orang masyarakat sipil (AD).

Sugianto (Alm), usia 22 tahun dianiaya hingga meninggal dunia di Kabupaten Bantaeng pada tanggal 08 November 2019 lalu di dalam Poslantas Polres Bantaeng oleh lima orang yang kini sudah telah berstatus tersangka sejak tanggal 16 Juli 2020 sebagaimana yang tertuang dalam surat penetapan tersangka Nomor; B/574/VII/RES.1.6/2020/Krimum Polda Sul-sel.

Ditempat yang sama Muh. Ilyas Panglim besar (PANGBES) GAM juga ikut berorasi mengungkapkan kasus ini sudah menghampiri satu tahun ditangani Penyidik Ditkrimum Polda sul-sel namum sampai hari ini belum juga dilimpahkan Kepada Jaksa penuntut umum (JPU) Kejati Sul-Sel untuk diteliti berkas perkaranya.

“Kelima tersangka juga belum dilakukan penahanan dan masih menghirup udara segar, ini kasus pembunuhan yang mana kami anggap ada ketidakseriusan dari pihak penyidik Polda Sulsel dan tidak profesional,” ungkap Panglima besar GAM.

Kompol. Suprianto, S.ik Kasubdit. IV Ditkrimum Polda Sulsel selaku penyidik kasus kematian Sugianto (Alm) menerima para aktivis GAM diruang SPKT Polda Sulsel mengatakan kasus ini masih terus berproses dan akan melakukan pemeriksaan kembali ke sejumlah saksi dan akan gelar perkara khusus dalam waktu dekat ini.

“Yah memang kami telah tetapkan lima orang tersangka namun Kami akan mendalami lagi kasus ini dan kami akan mengajukan otopsi persetujuan keluarga korban alm. sugianto untuk mengetahui penyebab kematiaanya dari saksi ahli,” ucap mantan Wakapolres Bantaeng ini.

Setelah mendengar penjelasan dari Kompol. Suprianto aktivis GAM berjanji akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas dan akan menyurat kepada Presiden, Kapolri, Komnas HAM dan Kompolnas di Jakarta.

(Tim)

Komentar

News Feed