oleh

PMII Cab. Bulukumba Desak PLN Cab. Bulukumba Selesaikan Permasalahan Listrik di Bulukumba

MAKASSAR – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cab. Bulukumba mendesak Manager PLN Cabang Bulukumba untuk segra menyelesaikan sejumlah permasalahan listrik di Kabupaten Bulukumba.

Desakan ini diutarakan pada saat aksi unjuk rasa dikuti massa berkisar 20 orang dibawah Koorlap Andi Chaidir Alif dan Sulfikar Asraf, di Kantor PLN Cab. Bulukumba, Kamis, 24 September 2020.

Adapun persoalan listrik yang diduga tidak terselesaikan menurut Andi Chaidir Alif, meliputi adanya bentangan jaringan kabel listrik bertegangan tinggi PLN yang membentang dalam wilayah Kab. Bulukumba dan d khawatirkan membahayakan masyarakat khususnya di wilayah Kec. Ujung Loe.

Pengunjuk rasa mendesak Manager PLN Cab. Bulukumba untuk massif dalam bersosialisasi kebijakan dan aturan kepada masyarakat luas.

Selain itu, mendesak Manager PLN Cab. Bulukumba menyelesaikan berbagai permasalahan listrik yang ada di Bulukumba dan jika tidak mampu menyelesaikanya, maka sebaiknya mundur dari jabatanya.

Selang beberapa saat, massa aksi diterima Manajar PLN UP 3 Bulukumba. Leanra Agung Tri R dalam pernyataanya.menguraikan
pihak PLN mengucapkan apresiasi atas informasi yang diberikan kepada pihak PLN di wilayah Kab. Bulukumba cukup luas.

“Tuntutan adik-adik, kami dari pihak PLN akan menindak lanjuti dan akan mengecek langsung kelapangan, apabila ada kabel kami yang diperkirakan membahayakan masyarakat maka kita akan memperbaikinya”, ungkap Leanra Agung Tri R.

Terkait tarif listrik yang naik, Lanjutnya justru PLN di masa pandemi menurunkan tarif listrik sampai dengan bulan Desember 2020

Dikandaskan aturan untuk mencabut metetan rumah yang terjadi penuggakan itu ada 3 tahap yaitu bulan pertama menunggak penyampaian awal bahwa itu terjadi tuggakan, bulan kedua menunggak diputus kabel dari tiang listrik dan bulan ketiga menuggak meteran dibongkar.

Adapun bentuk aksi massa meliputi
orasi dilakukan secara bergantian dengan menggunakan pengeras suara (Mega Phone), membawa bendera organisasi PMII, membagikan kertas selebaran berisi pernyataan sikap.

Selain itu, membentangkan sejumlah spanduk bertuluskan : Mendesak pihak PLN agar tak ada lagi warga masyarakat yang menikmati fasilitas yang tak sebanding dengan tagihan perbulan.

(Tim)

Komentar

News Feed