oleh

PAM Tertibkan Rumah Negara Golongan II LPP RRI Makassar

MAKASSAR – Personil gabungan (PAM) se-Kecatamatan Tamalate dan Pers Polrestabes Makassar, melaksanakan apel kesiapan pengamanan berdasarkan sprin Kapolrestabes Makassar Nomor : sprin /1099/IX/PAM. 3.3 / 2020 di Halaman Kantor RRI Mks Jl. Riburane Kota Makassar Dalam rangka Pam Penertiban 3 (tiga ) Unit Rumah Negara Golongan II LPP RRI Makassar yang beralamat di Jl. Baji Dakka dan Jl. Baji Gau No. 9 B, 9E, dan 9F Kec Tamalate kota Makassar. Rabu tanggal 23 September 2020.

Giat apel dihadiri oleh. Kompol Arifuddin A (Padal). Drs. H. Rannu (plt. Kepala RRI Makassar). Pers. Gab Polsek Tamalate dan anggota Polrestabes Makassar.

Apel Pam dipimpin oleh Padal Pam Kapolsek Tamalate Kompol Arifuddin A.

Anggota Pam bersama pihak RRI dipimpin oleh Padal Pam Kapolsek Tamalate Kompol Arifuddin A tiba di lokasi eksekusi, selanjutnya pihak RRI bersama pihak Kejaksaan selaku pengacara negara didampingi anggota Pam.

Dalam kegiatan penertiban warga yang tinggal di rumah Negara RRI mendapat pendampingan Boni Sabari, ST. (Pembina Partai Solidaritas Makassar). Anton Paul Goni (anggota DPRD Kota Makassar dari Partai PDI Perjuangan).

Adapun penyampaian pendamping Boni Sabari, ST. berharap agar pihak jaksa negara dan pihak RRI mempertimbangkan dan memberi kompensasi waktu kemudian dibuat perjanjian waktu untuk mengosongkan objek.

“Seharusnya memperhatikanĀ  dari Sisi kemanusiaan khususnya warga yang belum memiliki rumah diluar”, ucap Boni Sabari.

Dia berhatap agar warga di beri fasilitas pada saat akan pindah.

Sementara di pihak RRI, Drs. H Rannu. Plt. Kepala RRI menuturkan konsekuensi rumah Negara ditinggali hanya pada saat masih berdinas dan setelah purna tugas mereka harus meningalkan rumah dinas.

Ditambah Pihak RRI telah melakukan pertemuan dan negosiasi dengan warga yang tinggal dirumah negara RRI Jl. Baji Dakka.

“Telah dilakukan sesuai prosedur waktu untuk memberi tenggang waktu selama 1 tahun untuk mengosongkan objek, telah 3 kali menyampaikan somasi kepada warga”, ungkap H. Rannu.

Alhasil, kedua belah pihak menyepakati bahwa penertiban / pengosongan hari ini tidak dilaksanakan namun akan dibuatkan surat pernyataan yang menyatakan bahwa penghuni rumah dinas RRI siap mengosongkan objek selama 1 Minggu untuk mengosongkan objek rumah Negara kemudian ditandatangani oleh penghuni yang tinggal di rumah Negara RRI.

Lokasi dimaksud bertempat di Perumahan RRI No. 89 Kelurahan Bongaya Kecamatan Tamalate Makassar dilakukan pengosongan 1 (satu) unit rumah yang dihuni Sdr.Gaffar Mustafa (pensiunan RRI).

Penertiban selesai dalam keadaan aman terkendali.

(Tim)

Komentar

News Feed