oleh

LAPAK Desak Kajati Sulsel Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi DAK Kab. Bulukumba dan Enrekang

MAKASSAR – Lingkaran Pemuda Anti Korupsi Sulsel (LAPAK-Sulsel) desak Kepala Kejaksaan Tinggi ( Kajati) Sulsel menetapkan tersangka dugaan kasus Korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) di Kab. Bulukumba dan Kab. Enrekang.

Tuntutan ini diorasikan pada saat aksi unjuk rasa di Depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel Jalan. Urip Sumoharjo Kel. Sinrijala Kec. Panakkukang Kota Makassar, Senin, 22 September 2020.

Massa LAPAK-Sulsel beranggotakan belasan orang dimotori Mus. Ketua Korkom HMI Perintis.

Adapun orasi Rahmatullah. Ketua PTKP HMI Kota Makassar mengungkapkan pihaknya berharap melihat integritas Kejati Sulsel dalam penanganan Kasus Korupsi Khususnya kasus korupsi dana alokasi khusus di Kab. Bulukumba dan Kab. Enrekang.

Rahmatullah mendesak Kajati Sulsel untuk segera menetapkan tersangka kasus korupsi DAK kabupaten Bulukumba dan kabupaten enrekang.

“Kamu mendesak Kepala Kajati Sulsel untuk segera mengusut tuntas kasus ini tanpa pandang bulu terhadap pejabat Negara yang terlibat terhadap kasus ini”, desak Rahmatullah melalui Megaphone.

Dia berharap Kejati Sulsel untuk terbuka kepada publik terkait perkembangan kasus ini.

Adapun rangkaian aksi para pengunjuk rasa meliputi, usai berunjukrasa peserta aksi diterima aspirasinya di Lantai 5 Ruang Penyidik Kejati Sulsel Fahrul, SH. Tim Penyidik Kejati Sulsel, didampingi Idil, SH. Kasi Penkum Kejati Sulsel.

Adapun tanggapan pihak Kejati Sulsel menuturkan bukti fisik pemeriksaan itu tidak bisa diungkapkan, karena itu adalah masih rahasia. karena berita acara itu adalah masih bersifat rahasia.

“Yang Jelas adik-adik harus tau bahwa ini barang 49 M,n itu terproses saat ini”, tandas Pihak Kejati Sulsel.

Sekedar diketahui, para pengunjuk rasa berorasi secara bergantian dengan menggunakan mega phone dan membagikan selebaran pernyataan sikap.

Selain itu para pengunjuk rasa membentang spanduk yang bertuliskan berikut, “Tangkap dan Adili Bupati Bulukumba Bersama pejabat daerah yang terlibat kasus Suap DAK 49 M, Tangkap dan Adili Bupati Enrekang bersama Putra Bupati, Copot Kejati Sulsel”.

Usai aspirasi para pengunjuk rasa diterima, berangsur membubarkan diri dengan aman dan kondusif di bawah pengaman Pamka/Pamtup dari Pihak Kepolisian Polsek Panakkukan Kota Makassar.

(Tim)

Komentar

News Feed