oleh

Rapat Evaluasi Operasi Yustisi Dipimpin Gubernur Sul-Sel

MAKASSAR – Evaluasi pelaksanaan Operasi Yustisi berdasarkan Perwali No. 51 dan 53 Kota Makassar berlangsung di Posko Gugus Tugas Covid-19 Jl. Nikel, Kota Makassar, yang dipimpin oleh Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Dr. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr bersama Prof. Rudy Djamaludin (Pj. Walikota Makassar), Senin, 21September 2020.

Prof. Dr. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr. menuturkan, menyikapi dengan perkembangan Pandemi Covid-19, dalam mencermati beberapa minggu terakhir, tentunya sangat senang melihat angka kematian di Prov. Sulsel berada dibawah 1%, namun selama pelaksanaan tahapan Pilkada terjadi kenaikan.

“Sangat berharap para unsur Forkopimda dan unsur Muspida saling bersinergi dalam menekan laju Pandemi Covid-19, serta menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menggunakan masker”, harap Gubernur eks Bupati Bantaeng 2 periode itu.

Dia mengatakan, menyikapi dengan wacana penundaan Pilkada yang saat ini disuarakan oleh beberapa lembaga dan Ormas, namun kita di pemerintahan sebelum adanya instruksi dari Pusat kita harus tetap melaksanakan kegiatan Pilkada.

Lebih lanjut disampaikan bahwa apabila struktur pemerintahan berjalan dengan baik maka meyakini akan dapat mengendalikan laju Pandemi Covid-19.

“Makassar harus kerja ekstra, karena jika Kota Makassar mampu diselesaikan maka 90% kasus Pandemi di Prov. Sulsel akan selesai”, tutur Nurdin Abdullah.

Ditempat yang sama dr. Ansariadi (Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Makassar). Melanjutkan, bahwa Gugus Tugas Covid-19 Kota Makassar, setiap minggunya melakukan evaluasi demi menekan laju Pandemi Covid-19 di Kota Makassar.

“Pada minggu ini dari hasil pendataan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Makassar, tingkat kesembuhan berada di angka 70% sedangkan angka kematian berada di 34% namun harap ekstra berhati-hati karena 2 hari terakhir terjadi peningkatan kasus Pandemi Covid-19 dengan angka kejadian 60-70 kasus”, ucap dia.

Dia menguraikan, berdasarkan jumlah penduduk, Kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak yaitu Kec. Tamalanrea dan Kec. Biringkanaya mempunyai resiko jumlah penularan yang tinggi.

“Terlihat dari statistik Pandemi Covid-19 dalam 1 minggu terakhir juga telah memperlihatkan bahwa daerah pinggiran Kota Makassar memiliki tingkat penularan yang tinggi”, tutupnya.

Turut hadir M. Sabri (Asisten 1 Bid. Pemerintahan dan Sekretaris Pemerintah Kota Makassar), dr. Ansariadi (Juru Bicara Gugus Tugas Covid 19 Kota Makassar), Para Kadis dan Kabag di Pemerintahan Kota Makassar, Para Camat di Kota Makassar serta 15 orang dari Media Cetak dan Online.

Komentar

News Feed